3 T i K @ . . . .

anTara nafas cinTa ins4n Dunia

Name:
Location: SEMARANG, Indonesia

Monday, November 28, 2005

Gu[R]u, NIsan & kanDan6 ayam

"Terpujilah wahai engkau Ibu Bapak GuRu
Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku
Semua baktimu, akan ku ukir di dalam hatiku
Sbagai prasasti trimakasihku tuk pengapdianmu
Engkau bagai cahaya dalam kegelapan,
Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan,
Engkau SATRIA PAHLAWAN BANGSA, tanpa tanda jahasa"

aku menangis lagi....

Entah knapa hymne ini selalu berhasil membuatku pilu, selain lirik lagu dan nada'y yg melo, kl mo diresapi makna'y daleem bgt. Dan aku pun terlena membiarkan memory otakku kembali pada kenangan masa2 sekolah. Bercengkrama dgn mereka, sang pahlawan bangsa. Meski terkesan galak, cerewet dan byk embel2 yg Qta sandingkan dibelakang nama mereka, jujur memang kadang mereka jg njengkelke dan bkn Qta dongkol. Tp stlah Qta sadari stelah dewasa kini, itulah cara mereka mengungkapkan kasih sayang disamping transfer ilmu sebagai tugas utamanya.

GURU, bukan hanya sekedar profesi, namun gudangnya amanah. Mengajar tentu hal yg mudah, begitu materi pelajaran disampaikan, selesai deh. Tapi untuk mendidik? Menjadikan Qta tau, mengerti, membekali Qta dgn petuah2 bijak agar smua siswa tidak hanya PINTAR tapi juga BERMORAL.
Melihat dan merasakan begitu mulianya tugas para guru, tidaklah adil bila amanah yg tlah mereka jalankan tidak sebanding dgn apa yg mereka peroleh. Berapa besar gaji seorang guru? Gaji pokok guru sekolah negeri golongan IV-B yg sudah mengabdi lebih dari 30 tahun ga mungkin bs lebih dari angka 2 juta dgn uang taspen 10-20 juta (30 th masa kerja lho!)
Karyawan IPTN ato DI yg demo nuntut gaji dan pesangon aja hitungannya ratusan jeti lho. MGTI yg dah bubar bagi2 duit pesangon bg pegawai mereka yg msh kinyis2 jg dlm hitungan ratusan jeti. Apa artinya gaji guru bila dibanding dgn apa yg diterima anggota dewan sbg "tunjangan perumahan" Dari sejak aku TK hingga sekarang, masalah kesejahteraan guru msh saja menjadi AGENDA yg blm ada solusinya. Jangankan 'kesejahteraan', gaji guru jauh dari kata 'cukup'. Ironis memang...
Dgn kondisi sperti tu, mogok kerja ato mogok ngajar bukanlah agenda utama guru. Coba dibayangin bila ada mogok kerja guru scr nasional, bakal ruame kalee ya.
Hingga kmaren hari Guru ke-60, para guru msh saja harus berteriak menyuarakan jeritan hati mereka untuk bs hidup lebih layak.

Sebuah puisi seorang anggora PGRI tentang kehidupan guru,

Bolehkah kami bertanya,
Apakah artinya bertugas mulia, ketika kami hanya terpinggirkan, tanpa ditanya, tanpa disapa?
Kapan sekolah kami lebih baik dari kandang ayam?
Kapan pengetahuan kami bukan ilmu kedaluwarsa?
Mungkinkah berharap yang terbaik dalam kondisi yang terburuk?
Di sejuta batu nisan guru tua yang terlupakan oleh sejarah, terbaca torehan darah kering.
Di sini berbaring seorang guru, semampu membaca buku usang, sambil belajar menahan lapar, hidup sebulan dengan gaji sehari.
Itulah nisan seorang guru tua yang terlupakan oleh sejarah

1 Comments:

Blogger pepeng said...

weeiikkzz.z....nice blog..

26/4/06 17:28  

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home